G O O D T H I N G S C O M E T O G O O D P E O P L E

Ga ada yang gratis di dunia ini.
Semua ada harganya dan semua harus di bayar.
Hanya masalah 'waktu' dan 'cara' pembayarannya saja yang berbeda.

November 29, 2011

STATUS Narsis



Kumpulan Quotes narsis..^___*by Etna Nena Oetari on Wednesday, January 19, 2011 at 2:36pm

Psst....tetap rendah hati yah
Lawan perasaan bahwa diri ini lebih dari orang lain
Sikat perasaan ingin dikagumi atau dipuji karena merasa sudah banyak melakukan banyak kebaikan hari ini atau karena diberi kelebihan rejeki sehingga mampu membeli barang-barang yang bernilai tinggi
Stop kesenangan menyanjung diri sendiri demikian tinggi hanya karena MERASA sering membantu orang lain, karena MERASA memiliki jabatan/posisi penting sampai dicari-cari
Jadi inget ceramah, kalo setan itu terjerumus ke neraka itu HANYA karena merasa lebih baik dari nabi Adam AS.
*chapter intropeksi diri

Kadang kita tuh suka anomali yah...
Saat kita MERASA kita dianiaya atau di zhalimi oelh orang lain, kita ''pengumuman" seakan-akan kita orang paling baik sedunia, ga pernah luput dari dosa dan khilaf
Ga pernah gt yah ada yang kepikir kalo pendzaliman itu atau penganiayaan itu atau apapun namanya adalah hasil/buah/panen an dari perbuatan kita terdahulu.
Khilaf yang kita sudah lupa padahal mungkin orang lain juga masih menyimpan luka/marah didalam hatinya dan menunggu kita meminta maaf atas pendzaliman kita kepada dia yang TIDAK KITA SADARI yang KITA ANGGAP BIASA aja.
Jd jauhilah menyanjung diri terlalu tinggi, meninggikan derajat diri sendiri seolah-olah brasa paling suci
Ga ada perbuatan yang berbalas. Yang baik berbalas baik dan yang buruk berbalas buruk walo sebesar biji zarra...

Sejak dahulu kala sudah jd 'penonton' bagaimana cara orang-orang yang kelebihan uang menghabiskan uang mereka sedemikian rupa. Bisa dipastikan lebih banyak untuk membeli materi, barang-barang canggih, teknologi tinggi dan terkini atau mengganti barang lama dengan barang baru.
Begitu jg pertanyaan yg diajukan kalo tau ada orang akan dapat uang kaget "wah ganti motor baru nih, hp nya jd yg paling canggih dong dan sejenisnya"
Penghambaan terhadap benda/materi dah bener-bener tak tertahankan dijaman sekarang yah.

KESINDIRAN
Itu sebenernya perasaan seperti apa sih ya ?
Kesel/tersinggung karenaKEBENARAN tulisan/ucapan yang kita baca/dengar itu sesuai dengan keadaan kita ?
Malu karena koq ada yang seolah-olah tau keadaan kita ?
Atau....

Orang yang selalu menuntut kesempurnaan pasti hidupnya tertekan. Lama-lama akan mengidap berbagai sakit kejiwaan
Begitu juga orang yg suka mengorek kekurangan/keburukan orang lain pasti hidup nya akan tertekan. Lama-lama akan mengidap berbagai sakit kejiwaan.
Hal yang berlawana tp menyebabkan hal yang sama...koq bisa yah??

Bahagia itu mudah dan sederhana. Letaknya didalam hati dan kepala.Tidak perlu harta benda seperti yang banyak kita sangka.Cukup memikirkan hal-hal yang membuat kita bahagia,hanya dengan membuat orang lain bahagia, sering berucap alhamdulillah dan....woalaahh....

Terlalu sering Mengeluh itu melemahkan sistem kekebalan tubuh,melumpuhkan kreativitas,memandulkan ide-ide,mematahkan saran/nasehat,mengganggu pendengaran/penglihatan orang lain,menolak rasa syukur,menghalangi hal baik/positif.....

Allah SWT bekerja dengan cara yang misterius.
Setan menggoda,mengganggu penuh akal bulus.
Saat semua urusan berjalan mulus
Banyak fulus
Bisa beli barang bermerek dan bagus
Kebanyakan dr kita malah mudah terjerumus
Tamengi diri dengan ibadah dan doa terus menerus
Jaga hati dan pikiran agar hidup selalu dijalan yang lurus
Insyallah setan...wuushh

Pekerjaan anak-anak adalah bermain. Seperti kita, anak-anak pun menganggap serius 'pekerjaan' mereka. Dan mereka belajar dari segala kegiatan yang mereka lakukan. Karena belajar paing efektif adalah dr pengalaman lewat semua panca indranya. Maka serius lah saat kita sedang bermain dengan mereka.

Kata UJE (baca ustad Jefri), yang paling bener itu kita yang memaksakan diri BERUSAHA untuk MEMAHAMI orang lain bukan kita MEMAKSAKAN ORANG LAIN utnuk mengerti kita.....

jgn2 ksenangn qta menggoda anak2 kita,mnganggap lucu tangisn mrk,ekspresi marahnya mrk,pura2 ngancam pdhl g trbukti,ngiming2in pdhl g ujungnya g dkasih,nakut2in akan ssuatu yg g ada scara terus mnerus it jd pmicu anak2 it brbohong,manipulatif,g respek,g punya rasa brsalah.Kmudian saat mrk bsr,mrk mlakukn hal yg sm dgn anak2 yg lbh kcil dr mrk & qta mndadak amnesia klo smua prilaku negatif td it brmula dr qta.

Sukses itu berhasil mengerjakan sesuatu yg menurut orang lain tidak mungkin bisa kita lakukan.Sukses itu berhasil setelah melalui banyak kegagalan.Sukses itu berhasil melakukan hal yg kita senangi dan orang lain juga senang kemudian kita dibayar utk itu.Sukses itu berhasil mengalahkan segala keterbatasan yang ada.Sukses itu berhasil dgn cara yang baik dan benar dimata manusia dan Allah SWT.

Selalu ada dua sisi untuk setiap hal.

Kalo ada yang tidak setuju atau kita yang tidak setuju tidak perlu terlalu alot mengutarakannya....lebih bagus lagi cukup dalam hati saja.

Saat hidup kita baik-baik saja, kita sering menyangka bahwa uang,harta adalah hal yang paling penting, yang harus dicari jungkir balik sepanjang hari. Tapi begitu kita tertimpa musibah, sakit.....masihkah semua uang dan harta benda yang begitu kita inginkan??

Intropeksi, kenali diri sendiri, memudahkan kita untuk mengenali, memahami anak kita. Karena mau menyangkal atau menerima kelebihan dan kekurangan, anak-anak kita adalah duplikat mini dari kita orang tuanya.

Menyusui adalah satu siklus alami kehidupan dari seorang ibu/induk yang dipercaya untuk melahirkan seorang bayi.

Berdoa & berusahalah utk menjadi orang tua yang soleh & solehah,orang tua yang positif,orang tua yang hebat dan lain-lain terlebih dahullu sebelum kita menginginkan anak-anak kita menjadi seperti yang sering kita doakan, menjadi seperti yang kita harapkan.

ASI MAKANAN PASTI PALING BERGIZI UTK MENCUKUPI KEBUTUHAN NUTRISI SEORANG BAYI BAIK ITU JASMANI JUGA ROHANI. HANYA PERLU NIAT TULUS IKHLAS DARI DALAM HATI AGAR SUKSES MENYUSUI.

Asi, persembahan dari dasar hati seorang ibu yang melahirkan bayi. Susu sapi yang diformulasi oleh ahli yg berpendidikan tinggi serta pabrik yg berteknologi canggih tidak akan pernah mendekati, menyerupai kandungan ASI.

Cari informasi yang memadai, baca dengan teliti, pahami, buka pikiran dan hati untuk sukses menyusui

ASI MAKANAN PASTI TIDAK TERGANTI UTK MENCUKUPI KEBUTUHAN NUTRISI SEORANG BAYI BAIK ITU JASMANI JUGA ROHANI.KALO NIAT DIHATI SUDAH TERPATRI TIADA YANG BISA MENGHALANGI.JIKA ADA KENDALA PASTI SEMANGAT UTK MENCARI SOLUSI BUKAN SIBUK BERDALIH.WALO TIDAK BISA JADI AJANG ADU GENGSI SAAT NGERUMPI.KARENA ASI TIDAK ADA NILAI JUAL BELI

Menu utama tiap hari : mendengarkan, berbicara, bermain, bercanda, memeluk, mencium, membelai dan mengungkapkan 'I Love You' dan Menu tambahan yg selalu diusahakan tiap hari: memberi contoh/teladan yg baik, berkata yg positif, intropeksi diri, bersabar, ikhlas, amin.

Hiduplah dengan standar hidup sesuai kemampuan sendiri bukan kemauan. Materi bukan harga mati agar kita dihargai.Lebih baik memperbaiki hati dan budi pekerti yang nilainya jauh lebih tinggi dan abadi....

Mengejar materi karena ingin di puji dan untuk adu gengsi hanya akan menimbulkan penyakit hati dan bikin frustasi.

Perbuatan kita itu seperti gema.

Kalo MAU pasti banyak CARAnyaKalo TIDAK MAU pasti banyak ALASANnya

Ga ada yang gratis di dunia ini.Semua ada harganya dan semua harus di bayar.Hanya masalah 'waktu' dan 'cara' pembayarannya saja yang berbeda.

Wibawa, Penghargaan itu di dapat dr kesamaan antara PIKIRAN + PERKATAAN + PERBUATAN secara terus menerus. Begitu juga sebaliknya.

ALA BISA KARENA BIASA...@JALAN PINTAS



ALA BISA KARENA BIASA...@JALAN PINTASby Etna Nena Oetari on Monday, November 7, 2011 at 8:30pm

Ala Bisa karena Biasa. Mudah karena terbiasa.

Semua jadi terlihat baik-baik sj saat sesuatu sudah jd kebiasaan. Bahkan sekalipun orang sedunia mengatakan itu salah tp apa daya... Waktu mau melahirkan karena menghindari rasa sakit milih sesar (ga termasuk yg mang harus sesar lah pastinya).Abis itu milih disusui sm sapi karena ASI banyak 'birokrasi'nya(hrs banyak informasi kalo mau sukses menyusui,...niat dan kemauan yg kuat.terutama utk awal menyusui krn antara ibu dan bayi harus saling beradaptasi yg menyebabkan jd sering 'terlihat' menyusui adalah sesuatu yg ribet repot dan alasan lain yg bisa 'dibenarkan' tentunya).Agar anak anteng dikasihlah empeng/dot(kalo ga gt berisik merengek trus),anak ga mau makan dikasih susu/cemilan sesering mungkin (drpd ga ada yg masuk sama sekali kaaann),agar ibu nya bs anteng anaknya digendooong mulu (capek kalo ngikutinnya kalo dilepas)...tp abis gt (bagian yg paling bikin gregetan dengernya) adalah saat mereka mengeluhkan bahwa anaknya ngamuk kalo dot/empeng nya dilepas.Gimana ya caranya biar bs lepas empeng tanpa ngamuk2.Atau anaknya jd ga mau ngapa-ngapain nih, maunya digendooong mulu (saat liat anak seumuran anaknya dah bs segala). Atau abis sesar ngeluh sakitnya malah lebih heboh drpd yg milih lahir alami blum lagi jumlah uang yg dihabiskan untuk operasi nya disebut-sebut terus (ga ada yg gratis kaleee didunia ini), kalo yg makai susu formula agak bingung antara ngeluh nyari solusi apa sombong/bangga "ternyata ongkos sufor tuh mahal yah.masa' sebulan ampe sejuta cuma buat sufor anak dwoang tuh". Coba deh kalo sudah memilih utk menempuh 'jalan pintas' atau memudahkan sesuatu yg sebenernya sudah mudah itu mbok yah ga usa pakai ngeluh lagi gt lho ujung nya. Trus aja pengen main gampang mulu kan jadinya...itu td karena sudah terbiasa tp giliran kalo dikasih saran, ga mungkin mereka yg berubah. Ya anaknya dwong yg berubah. Kan yg aq keluhin itu anak qu, koq jd aq yg harus berubah. Ga masuk akal bener sih sarannya. Gelkh! Lah anak nya dah mulai ikut menikmati 'kemudahan' yg disodorkan ortunya koq jd anak nya lagi yang disalahin. Ampyun dah kalo sih, takluk. Kelaut aja kale ga....aq nya loh. Enakan juga berenang dah. Talk to my hand nih... (Ouch...sadisssss.) Ups...Maap, yg yang denger keluhannya jd sewot. Hehe....(ga lucu yah)

PILIHAN


Salah satu alasan (dr alasan karena ga ada yg nerima kerja) kenapa memilih jd Ibu rumah tangga adalah untuk menghindari menuding orang lain atas ketidaksamaan pola asuh yang nantinya terjadi kepada anak-anak qu. Masa' anak kita dah dibantu di asuh (bagaimanapun cara mereka mengasuhnya) yg berarti membantu kita bs bekerja diluar sana tp kita malah menuduh mereka kalo ada hal negatif yg terjadi dgn anak kita. Kalo orang lain yg mengasuh anak kita, standar nya harus sempurna sebagai kompensasi kita karena waktu kita yg sedikit dgn mereka. Padahal cobain deh asuh sendiri...apakah anak kita akan jd sempuran ? Yaa kagak ! Lah orang kita juga orang tua nya ga akan jd sempurna. Apalagi nitip asuh ke sodara, yg byarannya ga jelas...eh masih juga merasa 'sah' menyalahkan kalo ada hal yg ga berkenan yang terjadi dgn anak kita. Haiyaaa...kagak dah. Mending urus sendiri, ada yg salah, yah intropeksi sendiri karena ga mungkin ada orang lain yg bisa disalahin ...lah wong ngurus sendiri. Tingga berbesar hati dan langsung cari solusi bukan sibuk berdalih.AApalagi sambil menuding sana sini

Psst...aq cerita tentang diri qu sendiri yah ga ada maksud lain-lain selain untuk intropeksi diri qu sendiri aja ^___*

Mei 10, 2011

Melebihi Target




Alhamdulillah, Subhanallah sejuta kali. Pixar Ma Belle kemaren tgl 9 Mei bisa puasa satu hari penuh!!! Amamzing !!! Pertama, karena dia yang pengen sendiri ikut puasa. Kedua, walo jam 9, 10, 11, 12, 16 dah bisikin "Ma, Pixar ga mau ikut puasa" tapi dijawab "Iya, nanti yah bukanya atau tahan yah sebentar lagi. Kan katanya mau kayak di buku Aku Belajar Puasa"...dia mau ngerti, jadi ga sampai merengek-rengek. Ketiga, ga ada keliatan lemes. padahal kalo hari-hari Pixar gampang banget bilang laper. Takjub dah. Koq bisa gampang gitu yah....Subhanallah, Alhamdulillah sejuta kuadrat Ya Allah. Semoga kesenangan Pixar+Kakak Haku+Mamanya+Papanya untuk melakukan puasa dan ibadah lainnya selalu mendapat kemudahan dan kelancaran dari MU sampai akhir hayatnya...amin Ya Rabbal'alamin.

Memang sih mulai beberapa minggu lalu kita sudah memulai 'doktrin' untuk Pixar agar mengenal puasa dengan harapan nanti pas ramadhan tahun ini insyallah sudah mau, sukarela ikut puasa kayak kaka nya dulu yang juga sudah mulai puasa dr umur 4 tahun. Nah Pixar ini kan tgl 27 Juni besok 4 tahun nya tapi eh baru jalan beberapa minggu tau-tau dah minta ikut puasa. Padahal aq dan papa nya nyontohin puasa senin-kamis nya belang betong. Kayaknya jadi lebih kuat 'doktrin'nya sejak di beliin buku Aku Belajar Puasa deh. Tiap harii dia baca. Dah bilang-bilang nanti Pixar mau ikut puasa kalo abis baca buku itu teh tapi ya ga aq tanggapin serius lah. Nah pas minggu dia sendiri yang bilang besok...bukan nanti. Di pastiin berulang kali bener nih2...jawabannya masih sama dan sangat menyakinkan. Ya sudah...tak coba saja toh, ga ada salahnya. Walo sebenernya rada malas nih karena berarti harus sahur serius dong kalo Pixar (dan akhirnya Kaka Haku juga ikutan mau puasa)mau puasa. Ga mingkin cuma diminumin air putih kayak aq sahur KALOOO lagi puasa senin-kamis.(Heh! Dasar ga bersyukurr....anak dah mau puasa malah yg gitu2 dianggap beban.Deziu!! )

Jadilah sahur jam 1/2 4 tengah malam. Dan dibanguninnya gampang banget. Ya Allah bener-bener dah, berarti bukan sekedar ngomong doang pengen ikut puasa teh. Makannya juga serius....

Jadilah kemaren adalah hari puasa pertama Pixar...yeaaahh....!!!
Nanti mau puasa lagi...tanya aq dan papa nya
Iyyaa, mau ikut puasa lagi...kata Pixar
Semoga jadi seneng puasa dan ibadah lainnya selama hidup mu ya cinta qu,...amin Ya Rabbal'alamin

April 25, 2011

FiguRA Mini




Cucok nih untuk sovenir kawinan, ulang tahun atau kado atau pajang sendiri. Murah pula cuma Rp.2500 saja untuk yg polos dan kalo mau pakai tulisan tambah seribu saja.Tulisan dr cat timbul.Semenatara contoh blum di pajang nih. Ukuran figuran 6x6 cm. Hubungi 2291273548 ya kalo berminat.

Januari 07, 2011

3 Tahun Dah Bisa Baca? Gimana caranya?

Pertanyaan yang sering diajukan oleh orang-orang yang mendapati anak kami Hakuna Matata bisa membaca dengan lancar saat dia berusia 3th (sekarang 8th) di rumah sodara, toko buku atau di tempat umum lainnya (saat ini adiknya Pixar sudah mulai mau lancar membacanya). Berdasarkan pengalaman, kami selalu menjawab pertanyaan itu dengan serius tapi mereka yang bertanya ternyata tidak serius, tidak betul-betul ingin tahu. Karena setelah kami menjelaskan caranya, mereka kemudian berkata “ah repotnya” atau “ah nanti juga bisa sendirilah” dan lain-lain. Miris rasanya saat kita menjelaskan dengan serius dan semangat tapi ujungnya di respon dengan sebaliknya oleh orang yang bertanya. Bahkan ada yang menunjukan ketidak percayaan bahwa anak kami bisa membaca itu karena hasil usaha kami, orang tuanya sendiri. Sepertinya membuat anak sendiri bisa membaca adalah hal yang tidak mungkin. “ah masa’ bisa sama sendiri, paling juga playgroup”.Hm.....bebas dah mo bilang apa juga.No problemo:)



Padahal anak bisa membaca usia 3 tahunan rasanya sekarang sudah semakin lazim. Sudah buanyak banget buku yang berisikan petunjuk untuk mengajarkan hal tersebut. Ada buanyak metode yang beredar dalam bentuk buku bahkan di seminarkan. Tinggal kita sebagai orang tua, orang yang akan mentransfer metode tersebut yang harus memilih metode mana yang kita praktekkan untuk anak kita. Apakah itu metode Glen Domann, Montesori, Fonetik, Mengeja dan lain sebagainya.Pilih satu dan pelajari dengan seksama caranya. Tapi dari pengalaman aq ternyata inti nya mengajarkan membaca dengan membaca setiap hari apapun metodenya. Buktinya aq cuma menerapkan nge'flash' kartu ke anak-anak qu cuma sekitar satu bulan karena keterbatasan kartu setelah itu aq pakai metode qu sendiri...membacakan apa saja yang bisa dibaca setiap hari.Itu kalo menginginkan anaknya bisa baca di usia dini yah...



Aq kebetulan dipertemukan dengan sodara yang anaknya menerapkan metode Glen Domann. Kebetulan lagi aq sudah mengetahui hal ini jauh hari sebelum menikah (saat kakak qu memiliki anak). Walaupun Kakak qu kurang bersemangat mentransfer metode ini ke anaknya sehingga aq tidak bisa melihat buktinya secara langsung tapi aq tetap menanamkan dalam hati kalo nanti aq punya anak, aq akan mentransfer metode ini untuk anak qu. Karena jika ada anak lain yang bisa membaca di usia 3 th (bahkan anak yang mengalami cidera otak) berarti anak siapapun bisa. Aq menganggap ini sebagai tantangan. Aq suka tantangan!



Saat hamil, selain menjejali diri dengan bacaan tentang keorangtuaan dan pengasuhan bayi, aq pun mulai membuat bahan-bahan yang diperlukan untuk mentransfer metode Glen Domann tersebut. Saat membaca teorinya serasa,tampak,terdengar menjelimet. Tapi percaya deh itu hanya teorinya saja begitu sudah dipraktekkan apalagi dengan penuh suka cita dan cinta ...



Saat memulainya memang terasa sangat aneh, ganjil dan seperti hal yang mustahil karena bayi umur 6 bulan sudah ditunjukkan sebuah kartu bertuliskan satu kata dalam ukuran yang besar dan warna spidol merah tebal. Tapi karena aq menyakini betul bahwa melakukan hal ini bisa membuat anak qu bisa membaca sama seperti saat aq mulai mengajaknya berbicara walau masih dalam kandungan bisa membuat banyak perbedaan dalam hal mengasuh anak maka aq pun tetap melakukannya. Alhamdulillah suami mendukung penuh dan mau bekerjasama dalam mengasuh anak sehingga membuat transfer metode membaca menjadi lebih mudah.



Proses transfer yang benar-benar mirip sesuai teori di buku hanya berjalan paling seminggu;-p. tapi tidak berarti berhenti, proses transfer metode membaca masih terus berjalan dengan masih menggunakan separuh metode GD artinya masih menggunakan kartu baca bikinan sendiri tapi tidak di ‘flash’ semirip teori di bukunya. Apalagi kartu bikinan aq terbatas sehingga baru berjalan berapa bulan sudah tamat (stok kartunya habis). Kartu-kartu lama pun terus dipakai berulang padahal menurut teorinya sebaiknya tidak di lakukan. Tapi aq berkeyakinan bahwa mengajari bayi/anak membaca adalah dengan membaca maka aq punya kesimpulan sendiri bahwa membacakan kata/tulisan apa saja yang penting membaca.



Kenapa dari bayi? Otak manusia itu semakin muda semakin cepat dalam menyerap informasi bahkan di ibaratkan seperti spons. Dan teori mengenai kehebatan otak lainnya bisa di cari di “Revolusi Cara Belajar/The Learning Revolution”. Dan kemampuan otak kita itu tergantung sekali dengan seberapa banyak stimulasi atau rangsangan yang otak kita terima.



Jadi memperkenalkan/flash kartu bertuliskan kata-kata itu seperti kita memperlihatkan ini pohon dan benda-benda baru lainnya. Kita menanamkan dalam memori otak bayi yang masih kosong itu bahwa tulisan tertentu itu adalah sesuatu yang memiliki arti, bahwa bentuk garis tertentu itu adalah sesuatu yang bisa di baca. Sama saat dia melihat meja dan kita katakan itu meja. Berarti sesuatu dengan bentuk seperti itu adalah meja. Beda kalo seandainya bayi yang tidak pernah kita beritahu apapun maka dia pun tidak akan tau tentang apapun jika nanti di tanya. Jadi sebenernya sesederhana itulah cara mengajarkan bayi membaca.



Namun banyak orang membayangkan kata ‘mengajarkan’ bayi membaca itu seperti halnya disebuah sekolah, ada murid yang harus duduk tertib dan harus terpaku mendengarkan guru nya berbicara. Wah tentu itu akan menjadi mimpi buruk untuk orang tua maupun bayi nya kalooo seandainya betul ada yang menerapkan seperti itu. Kunci pertama dari mengajari bayi kita membaca itu adalah memahami betul informasi tentang metode yang kita pilih. cari informasi yang utuh dari sumber yang terpercaya, jangan setengah-setengah. Kunci kedua itu harus yakin. Apapun itu harus berawal dari yaqin dulu. Karena ada beberapa artikel yang memperdebatkan bahwa kepandaian membaca tidak perlu dicapai di usia balita. Pastinya untuk semua hal selalu ada dua sisi, setuju atau tidak, bagus atau tidak dan seterusnya. Sempat kepikiran kalo perbedaaan pendapat itu karena persainagn bisnis semata ;-p.Yah...kan kalo anak 3 tahun jadi trend ntar calistung, playgroup ga laku kali yah...Ups!Tinggal gimana kitanya mau ikut yang mana, menyakini yang mana. Kalo sudah yaqin proses selanjutnya akan jadi mudah.



Proses ‘mengajari’ bayi kami membaca selanjutnya itu sebenernya ada di note aq yang berjudul Bicara, Bicara dan Bicara. Mungkin karena temanya mengajari membaca jadi di ganti dengan Membaca, Membaca dan Membaca. Iya betul! Hanya dengan membacakan tulisan-tulisan yang terlihat di tempat umum, seperti papan iklan, judul toko/kantor, spanduk, tulisan di badan motor/mobil dll. Kalo di rumah tulisan yang terdapat di kotak kemasan makanan/minuman, judul acara di tv yang biasanya bertulisan besar-besar, judul di vcd, tulisan yang ada di barang-barang seperti tv, komputer, hp, dispenser, kulkas dll. Atau memang menyengaja membacakannya satu buku cerita. Aq sarankan buku Thank You Allah dari Mizan. Karena isi bukunya bertuliskan huruf yang cukup besar untuk dilihat anak balita, terpisahnya tulisan dan gambar itu akan memudahkan balita untuk fokus pada membaca. Semua kegiatan ini dilakukan setiap hari sama seperti kita memberi dia makan, memandikannya dan kegiatan yang setiap hari kita lakukan saat mengasuhnya. Jadi tidak ada waktu khusus. Saat sedang membuatkan makanan/minuman dan memerlukan air dari dispenser, kita bacakan merek dispensernya, kalo itu makanan instan kita bacakan dulu tulisan yang ada di kemasan sekaligus menceritakan makanan apa yang akan dia makan. Semakin meningkat umurnya akan semakin tertarik dia untuk membaca (berdasarkan pengalaman). Kalo sedang menonton vcd, sekali-sekali vcd nya di pause dan bacakan teks Indonesia yang tertera di layar (jadi usahakan selalu membeli vcd yang ada teks Indonesia nya). Kalo sedang jalan-jalan di Mal, coba untuk sengaja berhenti di tulisan-tulisan yang ‘eye catching’ atau menarik perhatian dan baca bersama sambil jari kita menunjukan tulisan yang sedang kita baca. Carilah ide kreatip sendiri tulisan dari mana lagi yang bisa dijadikan saran mengajari bayi/balita kita membaca. Pastikan dilakukan dengan senang hati.



Menurut pengalaman aq karena dilakukan dengan senang hati dan setiap hari sehingga bayi /balitanya pun sudah menganggap kegiatan ‘belajar’ membaca itu sama halnya seperti mandi, makan, nonton tv dan kegiatan harian lainnya. Aq dan suami pun tidak merasa sedang mengajari membaca sehingga tidak ada beban target bahwa anak kami harus sudah bisa membaca umur sekian. Tidak ada sama sekali pikiran seperti itu. Kami sudah memasukkan ‘mengajari’ bayi/balita membaca itu kedalam pola asuh kami.



Jadi saat anak kami usia 3th sudah mulai menampakkan hasilnya itu seperti bonus. Sama saat kami mengetahui anak kami bisa berdiri, berjalan, mengenal warna, angka dll. Hanya lebih takjub saja. Apalagi pada saat Hakuna dulu, sepupunya yang mau masuk SD sibuk ikut calistung sementara Haku sudah membaca layaknya orang dewasa. It’s true! Yang harusnya sepupunya yang lebih tua yang membacakan cerita ini malah Haku yang belum sekolah yang membacakan cerita untuk sepupunya.



Hampir semua yang pernah bertanya merasa drop begitu tau bahwa kami melakukannya dari bayi sementara mereka baru bertanya saat anaknya sudah berumur 3 tahun. Mereka termakan iklan yang berharap semua bisa terjadi dalam sekejap. Paling akhirnya ‘ya sudahlah nanti juga bisa sendiri kalo mang sudah waktunya’. Ok. Aq tidak akan berdebat sedikitpun soal keyakinan dan pilihan orang lain. Karena aq pun tidak suka bila keyakinan dan pilihan aq di debat sama orang lain ^____*. Yang mau niru silahkan yang tidak pun silahkan.