G O O D T H I N G S C O M E T O G O O D P E O P L E

Ga ada yang gratis di dunia ini.
Semua ada harganya dan semua harus di bayar.
Hanya masalah 'waktu' dan 'cara' pembayarannya saja yang berbeda.

Maret 10, 2026

Hakuna Matata

Monday, March 22 2010, 11-39

Hi Smiley.....
Akhirnye dapet ide maksa buat nulis setelah berapa hari ini cuma buka doang tapi ga di tulis-tulis.Giliran ada kompetisi baru deh suka banyak ide nya.

Hakuna Matata adalah nama anak aq yang pertama. Aq merit kan 3 februari 2002, trus sadar-sadra hamil tuh bukan apa yah...april mei gitu deh.karena aq sama sekali tidak merasakan gejala hamil seperti pada ibu-ibu lain.Ga ada mual dll...alhamdulillah sejuta kali da aq terlambat haid juga biasa, jadi ga geer.Dari sejak tau hamil kita= udah sepakat namanya hakuna matata.Netral, mo nanti lahirnya perempuan atau laki. Tapi kita masih berusaha nyari nama yang berbau-bau bahasa arab juga seperti orang tua muslim kebanyakan. Cuma koq ga dapet aja yah, ga ada yang 'klik' gitu.Akhirnya kita mikir yang penting artinya juga bagus kan, dan semoga anaknya juga secara personalitinya bagus sepanjang hidup di dunia dan akhiratnya...aminn. Walau ada beberapa sodara yang 'komplen' soal nama.

Artinya kalo kita udah berusaha sebaik mungkin masalah hasilnya ga usah khawatir, karena itu kuasa Allah.Yang penting kita kalo mengerjakan sesuatu itu selalu dengan usaha terbaik kita.Gitu kah kurang lebihnya.Inspirasinya dari film lion king walt disney.

Hamilnya tuh bener-bener damaiiiii sampai mo ngelahirin pun baru mules setelah pecah ketuban dan setelah sampai rumah sakit.Ngidam nya, kalo boleh di bilang ngidam itu cuma mo es krim baskin robin sama kacang kulit doang. Ada satu deng yang ga kesampaian 'triple cheese melt' nya Arbis's.yaa iyyyaa lah orang Arbis's nya udah almarhum alias tutup.Apalagi yah, naik berat badan qu cuma 14 kilo saja.PAdahal anaknya lahir cuma 2 kilo 7 ons saja.Sisanya numpuk di badan aq semua.

Selama masih bayi juga anteeeeng banget.Ya Allah makasih super deh atas kemudahan selama merawat Hakuna.Hampir ga pernah nangis.Beneran.Ampe tetangga nanya bayi nya ga pernah nenen malam-malam? Nenen dong..tapi koq ga pernah kedengeran nangisnya.HHh....Segala Puji Hanya untuk ALLAH SWT!!Ampe merinding aq inget kemudahan yang dikasih Allah buat kami.Cobaannya cuma kena TB doang.Dan itu pun minum obat selama 6 bulan mulus banget.Ntar deh aq foto yah catatan tentang kaka hakuna waktu dia masih bayi.

Kaka Haku udah bisa baca lancar umur 3 tahun.Soal kepandaian kayak gitu alhamdulillah sejuta kali yah lebih dari sodara-sodara nya bahkan yang udah sekolah. Jadi dia udah lancar bacanya sodara yang mo masuk SD masih sibuk kursus calistung.Ga usah nanya caranya deh, panjaaang caranya.PAsti ga akan berminat lah.Pernah ke psikolog gara-gara di minta ama sekolah waktu baruuu sebulan masuk SD. Di 'tuduh' hiperaktif.Psikolog nya sendir bilang itu mah gurunya aja ga mau repot bu.Apalagi guru negeri.Orang anaknya ga apa-apa juga..bla..blaa...hhhh legah deh.Berarti kita menilai gurunya berlebihan ternyata bener.

Seneng mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menakjubkan.Ini beberapa cerita yang udah aq tulis di 'note' qu di fesbuk.

"Ma, kayaknya kta belum bilang terima kasih deh ke Papa Eman"

"Hah, masa' sih kak?"

"Iya, padahal kan kita udah di kasih banyak nih.Sms sekarang atuh Ma."

"Ya ampun koq kita bisa lupa yah.Nanti aja deh,tanggung"

"Sekarang Ma...nanti lupa lagi.Tadi udah lupa, ntar lupa"

"Ok deh, isinya apa?"

"Makasih ya papa eman udah beliin kita bla..bla..maap tadi lupa bilang makasih"

"Kepanjangan kak"

"Ya udah gimana mama aja atuh"

"oce"

Tanya kaka Haku.
"Makanan itu bisa enak karena Allah menciptakan lidah.Dan lidah kita berfungsi dengan baik ditambah rasa syukur yang banyak.Itu yang membuat makanan enak".Jawab aq.
"O..gitu Ma.Jadi bukan karena bumbu atau bahannya?" tanya kaka lagi.
"No..no...makanan apapun, terbuat dari bahan apapun dan seberapa ahli yang masak itu teteup bisa ga ada rasa kalo dua yang mama sebut tadi ga ada.Coba kalo kita lagi sakit, pasti lidah kita ngerasain semua makanan pahit.Iya kan???Kenapa?Karena lidahnya sedang tidak berfungsi dengan baik.Karena lagi sakit.Trus, kalo kita kurang syukur...makanan udah euunnak pun jadi adaaaa aja kurangnya.Kurang pedes, kurang asin, terlalu manis, terlalu mateng, ga suka telur, ga suka sayur dll.Ihh..nauzubilamindzaliq.Makanya Mama paling sedih kalo denger kaka Haku ngeluh soal makanan.Padahal Mama sama Papa udah nyontohin untuk jadi anak yang bersyukur.Eh yang di tiru malah yang sebalikya.Semoga sih cuma sementara ya Kak?Aminn.

"kenyang kak?" tanya qu."ya udah kalo udah kenyang, minum trus sikat gigi-bobo".
"nanti sapa yang ngabisin?",tanya kaka.
'Emang kenapa?" bales aq.
"ga mau mubazir Ma.Jadi harus tau dulu sapa yang ngabisin?" tanya kak lagi.
"mama" jawab aq.
"o..ya udah kalo gt, makasih yah Ma.Alhamdulillah ga jadi mubazirnya.Soalnya kaka tuh udah kenyang dari tadi juga Ma.Tapi ga mau mubazir.Biarin lama juga asal habis, yang pentingl ga mubazir.Iya kan Ma?"
"2 jempol untuk kaka deh..mmuuaach!"
Semoga selamnya ya Kak....amiinnn.

Dulu, kalo tiap nonton acara perjalanan wisata Kaka pasti bilang "nanti kita ke situ ya Ma".Aq sih cuma "aammiinn".Tapi kalo tempat nya di luar negeri aq dan papa nya selalu bilang gini "Sebelum kita ke negara lain yang ada di dunia ini, Australia, Amerika, Afrika kek kita harus ke Mekkah dulu.Ibadah haji dulu".Pasti nya dia tanya "kenapa?".
"Karena kalo muslim di percaya uang buanyak sama Allah harus digunakan untuk ibadah.Jadi kalo uangnya udah cukup untuk ibadah haji ya harus ibadah haji dulu baru ke negara lain".
"100 ribu cukup"
"Ya enggak dong Kak, kita ke jakarta aja lebih dari 100 ribu"
"100 juta?"
"Baru cukup untuk berdua"
"berarti 200 juta untuk kita berempat.Banyak amat yah Ma.Itu sih nabungnya harus lama."
"Makanya kalo dapet uang dari uwa atau sodara yang lain di tabung"
"Biar kalo udah banyak bisa untuk haji ya Ma"
"iya..aminnn", aq jawab serius tapi dalam hati senyum-senyum.
Dan itu bukan sekali-dua kita ngobrol seperti itu.Pada saat dia pengen beli mainan yang mahal juga begitu."Dari pada duit 100 ribu cuma untuk 1 mainan mending kita cari mainan yang mirip tapi harganya 10 ribu.Sisanya kan bisa di tabung atau beli vcd sama buku cerita baru.lagian kaka kan kreatif.Mainan rusak aja bisa tetep seru mainnya, kardus bisa jadi apa aja kan ama kaka"
"memang kalo kita nabung terus, uangnya udah banyak buat apa?"
"ya buat pergi ibadah haji"
"kenapa sih Ma kalo punya uang banyak harus haji dulu"
Ulang lagi jawabnya kayak yang sebelumnya.

Nah, waktu di rumah Uwa nya , dia dikasih uang.Di tanya sama Uwa "mau buat apa uangnya"
"ditabung Wa"
"kalo udah banyak tabungannya buat apa?'
"buat pergi ibadah haji" jawab kaka sambil pergi ngasihin uang nya ke aq.Aq langsung ng-amiin-in serius.Uwa nya bengong....anak umur 5 tahun udah ke pikir mau haji??
hahahha......

Sempet dibacain aura sama psikolog.Ntar ya tak copy paste hasilnya..

DONO BASWARDONO PARENTING
INTERPRETASI AURA & SARAN UNTUK OPTIMALISASI PERKEMBANGAN

IDENTITAS ANAK: HAKUNA MATATA, 7 Tahun
IDENTITAS ORANGTUA: ETNA NENA OETARI

RELASI SOSIAL: Lingkaran terdalam adalah warna hijau tua yang menggambarkan bahwa relasi sosial merupakan hal penting di dalam kehidupannya. Ia cenderung sangat suka berteman, tidak terlalu ‘picky,’ dan tidak sungkan-sungkan mengungkapkan isi hatinya. Ia cenderung tidak melakukan generalisasi dan berprasangka. Ia cenderung selalu berbaik sangka karena di dalam memilih teman ia mendasarkan diri pada intuisi dan sekaligus penalarannya.
Meski begitu, ia juga termasuk tipe ‘operasional,’ di mana ia lebih suka bertindak daripada sekadar berbicara. Ia senang memenuhi janji-janjinya, khususnya dengan memberikan bukti perbuatan.
Saran-saran:
1. Semakin diperkenalkan pada permainan kelompok. Biarkan ia belajar menghadapi konflik. Tetapi juga biarkan pula jika intuisinya menuntun dia untuk lebih banyak memberi – bahkan mengorbankan miliknya sendiri.
2. Setelah besar, dorong ia untuk mengikuti pelbagai jenis organisasi sosial, bahkan politik.

INTELIJENSI & BAKAT: Tingkat kecerdasan superior bawah, dengan lingkaran warna biru tua yang lebih lebar di belahan kanan dibandingkan yang kiri. Komponen logikanya lebih menonjol daripada daya kreativitasnya.
Bakat artistik maupun logika Hakuna cukup menonjol. Dalam bidang seni, Hakuna lebih kuat di seni verbal (menyanyi, berpidato, seni peran). Sementara di bidang komunikasi, Hakuna berpotensi mampu menguasai 3-4 bahasa asing. Hakuna juga berbakat pada: logika verbal (hubungan internasional, hukum, psikiatri, obgyn), logika numerik (statistika, astronomi), dan logika visual-spasial (arsitektur, planologi, disain grafis, dll).
Saran-saran:
1. Agar pusat bahasanya lebih berkembang, ikutkan beberapa kursus bahasa yang serumpun (Inggris dengan Jerman/Belanda; Perancis dengan Spanyol; dll).
2. Kadang-kadang, ajak ia bermain drama dengan mengikutkansertakan seluruh anggota keluarga. Buatlah panggung kecil berupa sofa atau semacamnya.
3. Jika menggambar, jangan banyak diberi masukan. Biarkan saja kalau, misalnya, ia melukis matahari berwarna biru, gunung berbentuk bulat, dsb.
4. Bersama seluruh keluarga, mainkan aneka “language games” seperti tebak-tebakan istilah bahasa asing (setelah menguasai bahasa asing yang paling dasar).
5. Berikan buku-buku dongeng dalam bahasa asing mapun bahasa Indonesia, serta novel anak-anak.
6. Bila ia menginginkan, khususnya setelah masuk tahap sekolah (SD besar) boleh mengikuti ekstrakurikuler drama.

SPIRITUALITAS: Tingkat spiritualitasnya cenderung kuat di bagian kanan, sehingga ia cenderung mudah fokus dan berkonsentrasi dalam hal yang berkaitan dengan penalaran. Ia akan cukup mudah memahami konsep-konsep yang abstrak.
Saran-saran:
1. Diajak pergi ke pasar tradisional, naik becak, ke stasiun kereta, dsb, untuk mengenal kehidupan orang-orang lain. Biarkan ia berkenalan atau perkenalkan dengan mereka. Biarkan ia berdialog dengan pengemis atau anak jalanan. Anda tentu harus siap menjawab pertanyaannya yang menderas.
2. Sesekali ajak juga ke panti asuhan dan biarkan bermain dengan mereka.
3. Dan untuk menguatkan konsentrasinya, bisa diberikan mainan seperti catur, halma, dan permainan kartu.


INTUISI & KECERDASAN EMOSIONAL: relatif kuat, tebal, dengan lingkaran penuh. Ia punya empati terhadap orang lain. Potensi kepemimpinannya cukup. Kharismanya lebih terkait dengan bakat komunikasinya, mudah membuat orang-orang di dekatnya untuk jatuh hati. Ia cenderung menjadi anak populer karena itu perlu dikuatkan karakter dan kepribadiannya untuk mencegah gaya hidup yang merusak.
Saran-saran:
1. Karena intuisinya bersifat kharismatik, biasanya akan cepat meredup jika orangtua lebih banyak mengaturnya dari hal-hal kecil seperti berpakaian dan penampilan umum. Karena itu, beri ia kesempatan lebih banyak untuk menunjukkan siapa dirinya – walau bagi kita tampak ‘aneh’ atau ‘ganjil’.
2. Untuk menguatkan intuisinya, bisa dilatih dengan ‘mental-emotional games,’ seperti bermain pura-pura (role play), bermain sendiri di depan cermin, bermain boneka tangan, bermain mengungkapkan perasaan, menyanyi yang menunjukkan perasaan, kerap melihat pemandangan alam, dan terutama menjelajah alam.
3. Ia bukan hanya suka sekali didongengi, tetapi juga senang mendongeng. Karenanya, dorong ia untuk mengarang sendiri dongeng versinya. Usahakan untuk tidak ‘meralat’ dongeng rekaannya.
4. Agar intuisinya makin berkembang, ia SANGAT saya sarankan untuk mengikuti beragam kegiatan ekstra kurikuler seperti Pramuka dan Pecinta Alam, serta organisasi, untuk melatih kepemimpinannya dan pengambilan keputusan secara matang.

KESEJAHTERAAN: Hakuna berpotensi sangat mandiri dan sejahtera. Ia bukan hanya akan menyenangkan orang yang memperkerjakannya, tetapi akan lebih sukses jika mengerjakan usaha sendiri karena bakat kewirausahaannya untuk bidang artistik relatif kuat.
Saran-saran:
1. Sejak kecil dilatih untuk mandiri – termasuk untuk membantu tugas-tugas kerumahtanggaan maupun hal-hal kecil dari pekerjaan orangtua.
2. Ia cenderung tidak terlalu mementingkan kesejahteraan materialisis – kecuali jika sejak dini orangtua mengajarkan yang sebaliknya. Karena itu semua saran untuk aspek intuisi dan spiritualitas juga berlaku untuk aspek kesejahteraan ini.

POTENSI FISIK: Ia memiliki potensi jasmani yang relatif bugar; bukan karena fisiknya sendiri, melainkan karena kekuatan mental-spiritualnya. Kesehatannya juga cenderung bergantung pada suasana hatinya. Pada pernafasan dan otak, ia tidak memiliki potensi penyakit akut, namun di organ-organ tubuh abdomen, seperti hati dan ginjal, ia berpotensi mengalami penyakit akibat gaya hidup.
Saran-saran:
1. Gaya hidupnya ketika remaja musti dikendalikan agar potensi penyakit tidak muncul.
2. Makanan yang bisa memurnikan auranya adalah sayur-sayuran hijau, dan buah yang daging buahnya berwarna kuning , orange dan hijau tua.

Pertanyaan lanjutan: donobaswardono@yahoo.com
Jakarta, 6 Maret 2010
Dono Baswardono, AISEC, MA, Ph.D

Ntar ada juga piagam dia juara nyanyi waktu kelas satu.Sama piagam ikutan spelling bee.

November 17, 2015

Mendidik Diri Sendiri Sebelum Mendidik Anak Itu....Seperti Asuransi

Tak ada yang lain yang kepikiran selain mendidik diri sendiri kalo sudah membicarakan merencanakan pendidikan anak sejak dini.  

Bahkan kalo memang serius, sudah dimulai sejak sebelum menikah. Saat memilih pasangan. Karena mendidik anak berarti kerja sama antara Ayah dan Bunda. Kerja sama dalam arti Bunda bisa mandiin anak, Ayah juga bisa mandiin anak. Bunda menjaga anak, berarti Ayah juga bisa menjaga anak. Bukan Ayah semata-mata kerja dan saat di rumah hanya bagian anak saat manis dan lucunya saja. Giliran anak menangis, pup diserahkan ke Bunda padahal melihat dan tahu Bunda sedang sibuk urusan lain dan Ayah sedang tidak melakukan apa-apa. 

Mendidik anak sejak dini juga berarti menggunakan berbagai macam referensi. Lewat berbagai media dan siapa saja. Karena jadi orang tua itu tidak ada sekolah formalnya. Jadi kalo tidak dimulai dari mendidik sendiri lewat belajar otodidak lewat buku, majalah, seminar dan lain-lain akan terasa berat dan memiliki anak serasa beban. 

Brr...jahatnya bila menganggap anak sebagai beban yah. Padahal ga ada satu anakpun yang minta apalagi merengek-rengek minta dilahirkan. Setelah dilahirkan pun mereka tidak bisa memilih untuk dibesarkan dan dididik oleh orang tua seperti apa.  Anak juga tidak bisa menyuruh-nyuruh orang tuanya belajar dulu tentang merawat fisik dan mendidik anak. Agar anak terhindar dari frustasinya dirawat oleh orang tua yang tidak konsisten, yang abai, yang sombong, orang tua yang tukang ngeluh dan sejenisnya. 

Yang saat anak meng-copypaste perilaku tersebut orang tua malah marah. Glekh..  

Seandainya benarlah anak bisa memilih siapa orang tua yang pantas mendidik mereka, jangan-jangan lebih banyak anak yang tidak memilih orang tua asli yang melahirkan mereka sebagai orang yang mendidik, membesarkan mereka. Iihh...serem. 

Jadi jauhilah diri qta sebagai orang tua dari MERASA paling berjasa dalam hidup anak-anak qta. Mungkin mereka kalo bisa memilih, akan melakukan pilihan yang akan mengejutkan qta seperti tadi.

Karena selalu ada dua sisi untuk setiap hal 

Maka 

Panutan, Teladan itu apa-apa yang DILAKUKAN dan YANG TIDAK DILAKUKAN Orang tua yang ADA, HADIR disekitar anak dan orang tua yang TIADA, TIDAK HADIR disekitar anak itu sudah SAMA-SAMA MENGASUH, MENDIDIK anak 

Jadi bae-bae lah introkesi lebih mendalam lagi saat mendapati anak berperilaku buruk. Jangan sampai orang tua itu sepasang tapi selalu hanya SALAH SATUnya yang selalu MERASA paling benar sendiri, MERASA BUKAN PENYEBAB saat menghadapi anaknya berkelakuan buruk hanya karena TIDAK PERNAH ADA disekitar anak. Yang bergaransi tidak jadi solusi dan tidak akan ada yang hepi. 

Mendidik anak sejak dini juga berarti bernyali untuk terus menerus intropeksi diri, memperbaiki diri tanpa henti. Dengan berlaku intropeksi dan memperbaiki diri sudah mendidik anak untuk berani mengakui, jujur dan menjadi diri sendiri yang original asli bukan imitasi. Agar ke  depannya tidak tergoda untuk menjadi potokopi dari orang lain yang biasanya akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. (korupsi karena ingin bergaya hidup seperti iklan di majalah atau ditipi, operasi plastik agar jadi mirip selebriti dan lainnya) 


Hmm.. walo mendidik anak sejak dini seperti identik dengan dunia pendidikan terutama pendidikan formal tapi yang terbayang oleh kami, anak-anak kami nanti adalah anak-anak yang mandiri juga sejak dini dengan kemampuan mereka menghasilkan uang sendiri untuk keperluan pendidikan atau hidup mereka nanti. Sehingga kami lebih fokus untuk merencanakan membangun jiwa entrepreneur sedini mungkin dalam jiwa mereka. Anti gengsi dan mencegah dari kecanduan pujapuji. 



Mendoktrin ini pada diri sendiri dan anak-anak. Bahwa mamam gengsi, pengen dikagumi dan dipujapuji itu ngeriii. Bisa membuat orang melakukan apa saja yang tidak semestinya. 


Juga ini, agar selalu waspada saat ingin berkeluh kesah, coba dicek ini...karena bisa dipastikan 3 inilah yang membuat diri MERASA kurang. 

Dan ini, agar hidup itu dijalani dengan hepi. Targetnya dari dunia sampai akherat nanti. Yang artinya materi, jadi kaya itu MEDIA, PERANTARA bukan tujuan. Agar dalam pencariannya selalu takut tentang halal haramnya.  




Ada ini juga, tameng saat melihat iklan di berbagai media yang mengemas hidup itu bahagia lewat benda harta berharga, gaya hidup yang banyak gaya padahal semua itu semata jualan belaka yang fokusnya agar membuat yang nonton pengen beli  


Ada lagi yang ini agar mereka mawas diri saat melihat orang lain yang mereka idolakan dimasa pertumbuhannya. Kriteria kehebatan manusia itu terletak dari banyaknya manfaat yang dihasilkan dari perkataan perilakunya. Bukan banyak harta, bukan seberapa populernya, seberapa banyak yang memujanya...    


Sejak dunia pendidikan sudah penuh dengan orang-orang, guru-guru yang lebih sibuk fokus ngemodus penuh akal bulus demi mulungin fulus daripada MENDIDIK dan MENGAJAR yang membuat kami tidak lagi menggiurkan untuk dijadikan panutan dan patokan mendidik anak maka fokus mendidik sejak dini menjadi semakin penting maka fokus kami beralih menjadi pada baiknya budi pekerti, bagusnya pikiran dan hati, hepi, mandiri, segera bisa nyari duit sendiri :)) dan kesadaran bahwa hidup di dunia ini berlanjut lagi nanti...setelah mati.  



Walo berusaha untuk terus intropeksi diri dan memperbaiki saja tidak jadi membuat hasil didikan qta sempurna. Jadi berbesar hati lah. Bahwa qta orang tua tidak sempurna dan begitulah pula dengan anak-anak qta

#ngacaduluyangkhusu



November 02, 2015

Semua Profesi Itu Sama Mulianya

@tempodotco Heboh Suap Dokter: Tak Bisa, Resepkan, Nanti Aku Kasih Mobil
Jadi terngiang jaman hamil pertama. Sempet bingung tuh..periksa kemana yah. Baru hamil. Dah ke spesialis aja. Pergilah...tanya dulu, bayar dokter berapa..30rb. O..ok. Antrilah. Selama antri itu ngamatin pasien yg keluar, yg nebus obat...what koq hampir 100rb semua yah bayar obatnya. Hamil doang aja gitu...obat apaan. Gitu kan mikirnya. Dah langsung ill feel aja tuh dan udah mau batal. Ya sudah qta ikutin aja dulu,tanggung udah ngantri.

Masuklah..ditanya, diperiksa sama asistennya yang perempuan. Terakhir dibilang "dua minggu ke sini lagi."
"Buat apaan dok, koq dua minggu dah balik lagi"
"qta liat perkembangannya bla..bla..." yang kalo menurut aq mah kayak yang nakut2 in gitu.Dah antri resep, pas nebus, bener 89rb kalo ga salah. Aq bayar ? enggak...aq tanya ke apotekernya, "ini apa aja koq bisa banyak dan mahal'
"Vitamin, buat nguatin janin apa rahim dan seterusnya..."
"O..gitu,ga usah aja deh kalo gitu..." sambil pergi.

Abis gitu, periksa selanjutnya ke Bidan....PUSKESMAS. Iihiiyy...cuma bayar pendaftaran 3rb (2002), vitamin gratis. Periksanya juga pindah pindah puskesmasnya...disini judes, bulan depan ke puskesmas lain...sampe yang sreg itu puskesmas balai kota.Dan dari bidan puskesmas jadi tau kalo periksa hamilnya sebulan sekali aja cukup. Kecuali kehamilannya ada yang lain-lain. Kalo sehat mah, ga perlu usg sering-sering. Itu mah...yah tau sendirilah Bu kenapa nya.

Alhamdulillah sehat hamil dan sehat lahir.

Pasien kayak aq adalah mimpi buruk buat dokter-dokter modus ya .. haha..

Tapi yaa...karena selalu ada dua sisi untuk segala hal, dokter begitu pun ada aja rejekinya.Masih banyak koq yang suka bangga-bangga walo gayanya kayak yang ngeluh "aq kalo ke dokter itu pasti aja habisnya sekian ratus ribu.Karena obatnya ga bisa sembarangan...bla..bla..",Merasa istimewa karena diresepin obat.vitamin mahal. apalagi dokternya terkenal ((katanya))

Yang greget itu yang KALO yang ga mampu, bergaya seolah-olah ga ada pilihan lain, periksa selalu ke dokter spesialis sambil abis gitu ngeluh atau pake pinjem uang dulu. DEMI YANG TERBAIK UNTUK BAYI !

Koq aq yang malu yah dengernya...

Alhamdulillah aq mah mamamnya masih nasi, roti, mie atau cuanki yah...duhh kalo mamamnya gengsi, cemilannya pujapuji, candunya pengen selalu dikagumi mah..


Atau saat baca pengalaman orang lain di media yang niat berobat ke dokter anak karena ANAKNYA SAKIT eh malah berusaha MENG-SUGESTI bahwa ASI itu tidak mencukupi dan lain-lain agar BERALIH ke susu formula merk tertentu. Mejiknya doktrin hedonisme yah...jualan bisa dimana saja, lewat siapa saja.

Duluu...rasanya liat profesi dokter itu gimanaa yah, penyelamat nyawa,penyembuh, sangat berjasa dalam kehidupan manusia. Sekarang dokter begitu cuma bisa tau BENERAN ADA itu lewat acara tipi tertentu sajaIihh...ga ada perasaan...bersalah atau hina gitu yah saat ngemodusin pasien. Brr...what a  p a t h e t i c !
Yang menyedihkan nya itu pasien yang bangga duitnya abis karena selalu nurutin apa-apa yang dokter katakan. Ganti atau tambah susu formula merk ini selain ASI...beli, nurut. Di resepin vitamin padahal bayi atau anaknya baik-baik aja...beli. Padahalll...keluar dari tempat praktek trus ketemu lagi dijalan itu dokter ga akan hapal sama kita, ga akan tau nama anak qta.

Gimana kalo perusahan asuransi ikutan menjadikan dokter KARYAWAN mereka yah..beuh bisa sejam lebih tiap pasien di dalam karena DIPROSPEK :))
‪#‎ngacaduluyangkhusu‬

Air Pada Fatamorgana Itu Tidak Nyata...Menyaqininya Nyata Itu Seperti MERASA Diri Sendiri Manusia PALING Soleh/Solehah Sedunia

[caption caption="Masih bisa dinamai koreksi untuk memperbaikikah, apa-apa yang ditulis selama i ni ? Yaqin itu bukan didasari digerogoti rasa benci, iri dan penampakan nyata dari penyakit hati ? Hmm..."][/caption]


















Ajaib dan Takjub
Bila membaca, mendengar
Orang yang MERASA baik, paling baik, MERASA menjalankan agama paling sempurna trus..trus-trusan mengoreksi ibadah, amalan, perbuatan orang lain. Semua salah kecuali kalo SAMA dengannya. Semua jadi dosa kalo tak
sesuai dengan ILMUnya.

Jadi akuntan dosa-pahala pada hidup orang lain. Sampai bernyali meneraka-surgakan orang lain. BAHKAN PADA YANG SEIMAN DENGANNYA !

Wow...mejik ya ?!

Padahal Allah saja mengutus DUA malaikat untuk mencatat perbuatan manusia. Inii....dia sendirian ngitungin dosa-pahala banyak orang !!!

Padahal untuk sampai ke surga - neraka itu ada PROSES nya. Yang jelas semua harus mati dulu. Diaa...seucap kata saat itu juga bisa yaqin orang-orang tertentu yang masih hidup pasti masuk neraka

Persis sis cerita saat setan dikeluarkan dari surga. Diawalin karena setan MERASA lebih baik dari Nabi Adam AS. , kemudian setan mencela Nabi, bahkan kemudian setan jadi berani berbantah-bantahan dengan ALLAH SWT ! Dan taddaa...setan pun resmi jadi penghuni neraka !

Setan tidak membunuh, tidak mengedarkan narkoba, bukan teroris...setan itu jadi penghuni neraka HANYA DIAWALI DARI MERASA LEBIH saja. That's it !

Kutukan Kalo sudah MERASA lebih BERGARANSIAktivitas Selanjutnya hanya sibuk MENGURANGI orang lain.

Membenci pun jadi hobi.Berselisih dicari-cari demi kepuasan dan pembuktian paling benar sendiri ?? 

Entah hanya dalam hati, entah keluar jadi caci maki, entah hanya sebatas menyebar benci...

Iihh bbrrr...nauzubilamindzaliq seluruh turunan Ya Allah...

#ngacaduluyangkhusu

[caption caption="bae-bae...tanya aja ke diri sendiri dulu yah ?"]

[/caption]
Baiknya sih yah tidak pernah MERASA diri ini baik, soleh/hah, pinter bila ingin menjadi orang baik, soleh/solehah, pinter

September 28, 2015

Our Family Adventure To Win #NZFamilyTrip .. Aamiin





udah kebayang serunya kalo beneran sampai ke New Zealand...pengen skydiev, bungee jumping,, paralyang...aaaa pengen semuaaaa.... Aamiin Ya Rabbal'alamin